SOZOFM-1 Agriculture Dongkrak Produksi Kentang

Aplikasi SOZOFM-1 Agriculture membuat tanaman kentang lebih sehat sehingga proses pembentukan umbi lebih optimal. Produksinya pun meningkat secara nyata.

Bagi petani kentang, kemampuan menangani penyakit busuk daun menjadi salah kunci keberhasilan budidaya. Pasalnya, menurut pengalaman H. Asep Setiawan, petani di Desa Cinta Nagara, Kec. Cigedug, Kab. Garut, penyakit yang disebabkan cendawan Phytophthora infestans ini sangat merugikan.
“Tingkat kerugian bisa mencapai 30%--40%. Apalagi jika terlambat dalam pengendaliannya, tanaman akan hancur total. Selain hasil panen yang diperoleh merosot, ongkos produksinya pun jadi bengkak,” ungkapnya kepada AGRINA.
Petani yang mengupayakan kentang di Pangalengan (Kab. Bandung) dan Cigedug sejak 1993 itu pernah rugi gara-gara penyakit busuk daun pada saat pertama kali terjun menanam kentang. Meski pencegahan sudah dilakukan, penyakit ini masih selalu saja ditemukan di areal kentangnya.

Tanaman Sehat, Daun Lebih Lebar
Kini Asep telah menemukan kiat untuk menghindari kerugian akibat penyakit tersebut. Menurutnya, penyakit dapat diatasi mulai dari pemilihan bibit berkualitas, sehat, dan tidak cacat. Namun, benih sehat dan bagus juga bukan jaminan tanaman bebas penyakit. Lahan pun harus diperhatikan untuk memutus siklus penyakit. Caranya, dengan melakukan pembajakan, penggaruan, dan pengistirahatan lahan (pemberaan).
Selain itu, petani yang mengupayakan kentang varietas Atlantik seluas 5 hektar dan  Granola seluas 7,5 hektar ini memanfaatkan suplemen SOZOFM-1 Agriculture.  “Dengan SOZO, daun menjadi lebih lebar dan tebal. ‘Kan daun itu dapurnya tanaman, jadi  kalau daun lebar, umbinya bisa lebih besar,” kata Asep yang menggunakan SOZO sejak Oktober tahun silam. Tidak hanya itu, “Kalau biasanya pada umur 25 hari tanaman sudah mengalami layu, maka dengan SOZO hingga umur 100 hari, daun masih bagus dan sehat,” imbuhnya.
Tambahan lagi, cara penggunaan SOZO juga mudah. Aplikasinya bisa berbarengan dengan pestisida maupun fungisida, jadi tidak harus dua kali kerja. Untuk satu hektar dibutuhkan 21 botol SOZO yang disemprotkan tiga kali, yaitu pada umur 25 hari, 40 hari, dan 70 hari. Sebotol SOZOFM-1 Agriculture hanya Rp15.000, berarti tambahan biayanya Rp 315.000/ha.

Panen Meningkat
Pada akhirnya Asep dapat tersenyum gembira karena menikmati hasil panen yang meningkat. Produksi kentang Atlantik yang diperkirakan sekitar 25 ton ternyata mencapai rata-rata 32 ton per hektar. Sedangkan produksi kentang Granolanya yang ditanam dari bibit G-5 rata-rata 34 ton per hektar dari sebelumnya hanya 25 ton.  Selain itu, kualitas kentangnya juga meningkat. Ditandai dengan persentase umbi kelas A yang dominan.
Tambahan produksi Granola sebanyak 9 ton dengan harga Rp2.700/kg berarti Rp24.300.000. Sedangkan biaya tambahan untuk SOZO hanya Rp315.000. Berarti tambahan keuntungan bagi Asep sekitar Rp24 juta/ha. Tidak jauh beda Atlantik yang tambahan produksinya 7 ton/ha dengan harga Rp3.500/kg totalnya Rp24.500.000. setelah dikurangi biaya SOZO diperoleh tambahan lebih dari Rp24 juta. Luar biasa!
Jadi pilihan Asep pada SOZO sangat tepat, siapa menyusul? SOZO, kecil botolnya, hemat pakainya, dan besar untungnya.***