SOZOFM – 2 aquaculture
Aplikasi Sozo
www.klinik-agropolitan.com
Feed additive untuk budidaya
perikanan, baik perikanan darat, perikanan tambak, perikanan laut.
Formulasi yang tepat dan lengkap, sangat membantu usaha
budidaya perikanan, sehingga membuat usaha budidaya perikanan mudah, hemat dan
berdaya saing tinggi.
-
Anti stress
Untuk pengiriman bibit ikan, benur,
campurkan diair untuk pengepakan dengan dosis 1 tetes / 10 liter air ( 5 ppm ),
maka akan membantu menetralisir ammonia ( NH3 ), kandungan
nutrisinya mampu menjaga bibit ikan, benur tidak stress.
-
Budidaya kolam statis air
tawar
.
Aplikasi setiap 1 minggu sekali
dengan dosis 1 tetes / 1 m3 air kolam atau 0,001 ppm, maka air kolam
akan sehat, plankton tumbuh subur, bio siklus dinamis atau mata rantai makanan
yang dinamis akan berlangsung di kolam, sehingga kotoran ikan akan terurai
menjadi mineral volume kecil, yang akan diserap oleh plankton,
disaat siang hari plankton ( phytoplankton ) akan
berphotosintesa menghasilkan O2 sehingga air kaya akan O2
terlarut, air kolam stabil dan sehat sehingga penggantian air tidak terlalu
penting, hanya pada saat air menyusut karena penguapan atau kolam bocor.
Secara visual air kolam terlihat
lebih jernih tidak keruh, partikel organic tidak tersuspensi, tetapi menggumpal
di
dasar kolam, perilaku ikan lebih
senang diam didasar kolam, pertumbuhan ikan cepat dan tidak mudah kena
penyakit.
Pada breeding farm, sangat baik
untuk pertumbuhan kematangan gonat dengan aplikasi di campur pada pakan ikan 6
tetes + 100 ml air kolam + 1 kg pakan pellet, diaduk rata dan langsung dapat di
berikan pada ikan tanpa perlu di keringkan, berikan 1 kali sehari sampai ikan
siap dipijahkan.
Cocok untuk :
-
Budidaya
ikan Lele dan ikan patin.
-
Budidaya
ikan Gurame.
-
Budidaya ikan hias kolam outdoor ( kolam
diluar ruangan ).
-
budidaya
ikan mas / nila organic.
-
Pemijahan
ikan.
ü
Budidaya ikan lele dan ikan patin
.
Persiapan lahan
Keringkan kolam, bila dasar tanah
ukur pH usahakan pH 6 apabila kurang taburkan kapur sesuai dosis anjuran, lalu
isi air minimal 70 cm, lalu tebar secara merata SOZOFM – 2 dengan
dosis 1 tetes / m3, diamkan minimal 1 hari, maka bibit ikan sudah dapat di
sebar, lakukan pengulangan aplikasi SOZOFM – 2 setiap 1 minggu
sekali, tiap 2 minggu ikan lele harus di sortir untuk keseragaman ukuran agar
terhindar dari kanibalisme.
Apabila habis hujan lebat, biasanya air dasar hangat, air
permukaan dingin dan pH nya rendah, penebaran kapur sangat membantu agar ikan
tidak stress.
ü
Budidaya ikan Gurami
.
Budidaya ikan
gurami biasa dibuat 2 atau 3 tahapan sbb :
a.
Tahap
pembesaran 1 : Dari telur baru menetas sampai ukuran sebesar kuku ibu jari
orang dewasa ( istilah orang jawa barat “nguku” ),lama pemeliharaan biasanya 30
hari, pada tahapan ini pola budidayanya sebagai berikut :
Persiapan kolam beton : isi air
kolam minimal 50 cm, 1 tetes SOZOFM – 2 / m3 air kolam, beri pupuk
kompos dari kotoran ayam / puyuh 5 kg masukan kedalam karung bekas terigu,
masukan kedalam kolam diamkan selam minimal 7 hari, agar kutu air ( daphnia )
tumbuh subur untuk makanan ikan kecil, masukan ikan yang baru umur 3 hari /
baru menetas, usahakan kolam dinaungi agar kolam sedikit teduh, berikan 1 tetes
SOZOFM – 2 sebanyak 1 tetes / m3 setiap minggu, sampai ikan siap
panen ukuran silet, atau 3 jari tangan orang dewasa.
b.
Tahap
pembesaran 2 : dari ukuran nyilet sampai ukuran bungkus rokok atau sebesar
telapak tangan orang dewasa, persiapan kolam tanah, biasakan pH tanah diukur,
lalu berikan kapur bila pH kurang dari pH 6, lalu tabur pupuk kompos sebanyak 1
kg setiap 10 m2, lalu isi air sampai penuh minimal 70 cm, tetes SOZOFM
– 2 sebanyak 1 tetes / m3 air, diamkan 1 minggu lalu bibit ikan siap ditebar,
lakukan pemberian pakan pellet 2 kali sehari 3 % dari biomasa ikan, lalu
pemberian pakan hijauan seperti daun cente selalu diberikan sebagai makanan
tambahan, aplikasi SOZOFM – 2 sebanyak 1 tetes / m3 setiap 1 minggu
sekali sampai panen seukuran bungkus rokok.
c.
Tahap
pembesaran 3 adalah pembesaran sampai ukuran konsumsi biasanya tergantung
konsumen dari ukuran 500 gr
s/d
ukuran 1 kg.
Pola budidaya pada persiapan kolam
seperti pada pola tahap 2, pemberian pakan juga sama, penggantian air
diusahakan tidak perlu dilakukan hanya penambahan air bila menyusut akibat
penguapan atau kolam bocor, setiap habis hujan berikan kapur 10 ppm agar pH air
stabil, dan ikan terhindar dari hama penyakit. Pemberian SOZOFM – 2
, 1 tetes / m3 setiap 1 minggu sekali, ditambah
SOZOFM – 2 , 2 tetes + 100 ml air kolam + 1 kg pakan pellet =
diaduk rata, lalu diberikan setiap kali pemberian pakan, pola ini akan membantu
proses metabolisme ikan, sehingga pakan terserap optimal, pertumbuhan ikan
cepat, limbah tidak mencemari kolam, sehingga lingkungan perairan kolam sehat.
Efisiensi pakan bisa sampai 10%,
waktu panen bisa lebih cepat 10 %, kualitas daging ikan lebih padat dan bau
Lumpur tidak ada, rasanya enak, gurih, serta tahan simpan.
-
Budidaya
ikan hias kolam outdoor
.
Pada budidaya
ikan hias, pakan alami sangat dibutuhkan, untuk itu persiapan kolam sangat
penting artinya, agar budidaya menjadi usaha yang kompetitif tanpa mengesampingkan
kualitas.
Persiapan kolam dilakukan setelah kolam / bak fiber
dibersihkan, isi air kolam sampai penuh, siapkan kompos ayam petelur / burung
puyuh 5 kg untuk 1 m3 air kolam ,bungkus kompos tadi dengan karung
terigu lalu rendam dikolam, aplikasikan SOZOFM -2 Sebanyak 10 tetes
/ m3 ( karena kolam dari beton / fiber )
Diamkan minimal 10 hari agar plankton dan zooplankton
tumbuh subur, lalu bibit ikan bisa ditebar, lakukan penebaran SOZOFM
– 2 setiap 1 minggu sekali sebanyak 1 tetes / m3.
Dengan aplikasi ini, kualitas ikan lebih baik, warna cerah
dan ikan sehat.
-
Budidaya
ikan mas organic / ikan tanpa beli pakan
.
Persiapan kolam dilakukan 2
minggu sebelum bibit ikan di tebar, usahakan kedalaman kolam 100 cm, dapat
diuraikan sebagai berikut :
-
Ukur pH tanah lalu tebar kapur sesuai anjuran
kebutuhan, pH yang di inginkan pH 6 – pH 7 .
-
Lalu tebar pupuk kompos dengan dosis 100 gr /
m2.
-
Isi
air kolam sampai penuh.
-
Tebar
duckweed untuk makanan alami ikan.
-
Tebar
SOZOFM – 2 Aquaculture sebanyak 1 tetes / m3 air kolam.
-
Diamkan
selama 2 minggu, agar pakan alami tumbuh melimpah.
-
Setelah 2 minggu bibit ikan dapat di tebar,
padat tebar 10 ekor / m2.
-
Pengulangan / perawatan setiap 1 minggu
sekali 1 tetes SOZOFM – 2 per m3 air kolam.
Keunggulan ikan mas dengan pola usaha seperti ini adalah:
a.
Citarasa
daging ikan lebih enak dan gurih, walau di goreng tanpa bumbu sekalipun.
b.
Kualitas
daging ikan padat dan tidak berbau amis.
c.
Daya
tahan simpan ikan setelah mati tetap segar lebih lama.
d.
Ikan
organic, harga jual akan lebih tinggi.
§
Aplikasi
pada tambak udang windu tradisional
.
Persiapan
kolam 2 minggu sebelum benur ditebar, pH tanah penting diukur disarankan pH 6 –
7 adalah pH yang ideal, lakukan penebaran kapur bila pH terlalu rendah .
-
Ukur pH tanah lalu tebar kapur sesuai anjuran
kebutuhan, pH yang di inginkan pH 6 – pH 7 .
-
Lalu tebar pupuk kompos dengan dosis 100 gr /
m2 / bila pupuk kandang kebutuhan 2.000 kg / ha.
-
Isi
air kolam sampai penuh.
-
Tebar SOZOFM – 2 Aquaculture
dengan dosis 0,001 ppm atau 10 botol / ha.
-
Diamkan
selama 2 minggu, agar pakan alami tumbuh melimpah.
-
Apabila pada saat akan menebar benur banyak
hewan pesaing udang, lakukan penanggulangan dengan samponen.
-
Setelah penebaran samponen bangkai ikan liar
tidak perlu dibuang, lakukan penebaran SOZOFM – 2 dengan dosis
5 botol / hektar lalu benur dapat di tebar, padat tebar 30.000 ekor /
hektar.
-
Pengulangan / perawatan setiap 2 minggu
sekali SOZOFM – 2 dosis 0,0005 ppm atau 5 botol / hektar.
-
Setiap
sehabis hujan lebat lakukan penebaran kapur dengan dosis 1 ppm atau 10 kg
perhektar, agar pH air stabil.
-
Penggantian
air tambak tidak disarankan, bila ada sumber air tawar penambahan air
boleh dilakukan.
-
Budidaya polikultur bisa dikombinasikan
dengan ikan banding dengan populasi 2500 ekor / hektar.
-
penen dilakukan saat udang sudah mencapai
ukuran ekonomis atau maksimum 4 bulan budidaya.
Control kualitas air
pada saat budidaya berlangsung.
-
Lakukan
control kualitas air minimal tiap 3 hari dengan pH tester atau kertas
lakmus, control pagi jam 6 dan control sore jam 3, kualitas air yang baik
perbedaan pH pagi dan pH sore tidak boleh lebih dari 1 point, misalnya pH
pagi 7 dan pH sore 8 maka air kualitas air cukup baik, bila pH pagi 7 dan
pH sore 8,5 maka dipastikan kualitas air kurang bagus, langkah yang dapat
dilakukan adalah dengan penebaran kompos sebanyak 1 ppm atau 10 kg /
hektar.
-
Kontrol
air juga dapat dilakukan dengan suhu, suhu diukur dengan temperature, suhu
yang ideal untuk pertumbuhan udang 280 C – 310 C
bila suhu terlalu rendah aplikasi kapur sebanyak 10 ppm atau 100 kg
perhektar bisa membantu, bila suhu terlalu tinggi lakukan sirkulasi air
dengan mesin katingting atau pompa alkon lakukan sirkulasi sampai suhu
mencapai suhu ideal.
-
Biasakan
mencatat record kualitas air agar kita bisa mengevaluasi setiap ada
masalah, sehingga bisa mengambil tindakan yang tepat.
-
Aplikasi pada Udang Vanname
Persiapan tambak minimal -1 hari
sebelum tebar lakukan penebaran SOZOFM -2 sebanyak 1 tetes / m3
air tambak.
Pemeliharaan kualitas air = 1 tetes / 10 m3 air
tambak setiap 7 hari sekali agar kualitas air tambak tetap stabil, biosiklus
dinamis berjalan simultan sehingga limbah sisa pakan atau kotoran udang dapat
terurai dengan baik dan tidak mencemari lingkungan perairan.
Sebagai feed additive dapat dilakukan pencampuran dipakan
udang sebagai berikut : 2 tetes SOZOFM -2 + 100 ml air tambak + 1 kg
pakan udang = langsung diaduk merata dan bisa langsung di tebar pada kolam,
lakukan setiap pemberian pakan.
Apabila terlihat udang vanname kurang sehat, lakukan
aplikasi pencampuran dengan 6 tetes + 100 ml air kolam + 1 kg pakan udang,
lakukan sampai udang vanname terlihat sehat.
-
Aplikasi pada kolam air tawar statis di lahan
gambut
Persiapan lahan : setelah kolam di
gali, biasanya permukaan air tanah di kal bar cukup tinggi sehingga setelah
kolam di gali biasanya sudah tergenang air, sehingga untuk menguras air menjadi
hal yang tidak mungkin di lakukan, maka dari itu teknologi budidaya tanpa
mengganti air menjadi pilihan yang paling pas untuk kal bar.
Apabila daerah yang akan dibudidayakan adalah daerah yang
sering banjir, maka pembuatan jaring menjadi hal mutlak untuk di siapkan,
usahakan tinggi jaring dari permukaan air lebih tinggi dari permukaan air
apabila banjir terjadi, sehingga ikan tetap aman, model jarring sesuai ukuran
lebar kolam ,panjang disesuaikan dengan panjang jaring agar memudahkan saat
pemanenan.
Siapkan kolam kosong untuk budidaya duck weed / kiyambang (
bahasa daerah melayu ) / azola, banyak terdapat di sawah, rawa-rawa atau di
got, perkembangan mudah dan cepat, ini sebagai sumber pakan utama untuk ikan
mas, nila, untuk lele pakan tambahan saja.
Setelah kolam siap lakukan penebaran SOZOFM – 2
sebanyak 2 tetes per m3 air di awal, ikan dapat di tebar setelah 2 minggu
kemudian, aplikasi selanjutnya setiap 1 minggu sekali sebanyak 1 tetes / m3,
lakukan sampai panen, untuk duck weed lakukan setiap kali pakan habis.
Model budidaya ini hanya memperbolehkan padat tebar
maksimum 10 ekor / m3 agar kebutuhan oksigen terlarut diair mencukupi kebutuhan
ikan, sehingga kematian ikan akibat kekurangan oksigen tidak terjadi.



