Welcome to Klinik Agropolitan

Klinik Agropolitan Indonesia


Ide   : Gubernur Gorontalo

Tujuan  : Untuk mencari solusi teknologi pertanian, perikanan , peternakan secara

praktis, agar petani di Gorontalo bisa maju dan berkembang, menjadi petani yang tangguh, dan mandiri.

Investor : Agus Eko Suhartono

Staff ahli : David Andi

Direct Marketing Manager : Michael Randalna Ginting, Rachmat Koko Prayitno

Diresmikan : 8 februari 2006, oleh Gubernur Gorontalo Bp Ir. Fadel Muhammad.

Ide pembuatan eceng gondok dijadikan kompos / pupuk hijau, adalah proyek pertama yang dilakukan oleh KLINIK AGROPOLITAN.

Teknologi ini untuk memanfaatkan populasi gulma eceng gondok di Danau Limboto dengan cara pembuatan pupuk hijau, sehingga masyarakat sekitar danau bisa ikut memanfaatkan untuk memupuk tanaman mereka, dengan demikian masalah itu, bisa mengatasi masalah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir danau Limboto.

Bulan April 2006, dimulai produksi perdana SOZO, dan pada bulan Agustus 2006 produk pertama diujicobakan pada luka sapi, dengan merk SOZO  4 oleh Bp Gubernur dan Bupati Pohuwato, dan terbukti hasilnya baik.

2 -7 September 2006 di Pontianak , Klinik Agropolitan mengisi stand Gorontalo dalam pameran Teknologi Tepat Guna, respon masyarakat Kalimantan Barat sangat positif, sehingga Gubernur menyarankan agar SOZO ditambah FM ( inisial Fadel Muhammad / bisa juga Formula Manggata ) menjadi merk dagang yang dipatenkan SOZO FM, dan produk yang di buat ada 4 macam :

SOZOFM -1 Agriculture , natural feed supplement untuk pertanian.

SO ...

View Full Company Profile

Our Products

Sozo Fm 3 poltry    Sozo Fm 4 ruminantia    Sozo Fm 2 aquaculture    Sozo Fm 1 agriculture    DBES ( DROP BIO ESSENCE SUPPLEMET )    SOMAN 1     STRAWBERRY    

Kemujaraban Soman Indonesia

Kalau kita buka internet dan mengklik “soman” di mesin pencari, maka sontak keluar nama itu sebagai senjata kimia yang menyerang saraf dan mematikan. Tapi “Soman” yang kita bicarakan di edisi AGRINA ini sangat bertolak belakang. Ia adalah produk herbal yang justru memberi mutu kehidupan kepada manusia.

Soman si pembunuh awalnya dikembangkan di Jerman, 1944, sebagai insektisida/pestisida. Sebaliknya, Soman si pelindung pertama kali ditemukan dari jenis rumput yang justru kebal terhadap pestisida. “Ada suatu rumput, saya pakai pestisida untuk membasminya, tiga hari kemudian saya balik lagi, rumput itu masih hidup,” kata Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. Di Gorontalo ... read full news